the fabulous korean drama

Review Drama Korea The Fabulous

Drama Korea The Fabulous membahas seluk-beluk industri fashion. Mulai dari kisah desainer oleh karakter Joseph (Lee Sang-un), kisah model oleh karakter Ye Seon-ho (Park Hee-jung), kisah fotografer oleh karakter Ji Woo-min (Minho), sampai kisah agensi brand oleh karakter Pyo Ji-eun (Chae Soo-bin).

Lengkap kan? Namun sayang, complexity tersebut malah membuat The Fabulous berantakan. Meski penonton disuguhi adegan catwalk sebagai opening, aku langsung dibuat fokus pada kisah cinta segitiga Ji-eun, Woo-min, dan Lee Nam-jin (Choi Won-myeong). “Oh, ini drama romance,” pikirku waktu itu.

Mungkin karena harus memadatkan cerita dalam delapan episode, penulis Kim Ji-hee dan Im Jin-sun bingung harus fokus kemana dulu. Memang sih, kita dibawa “menyelami” profesi keempat karakter utama. Namun, “menyelamnya” nggak sedalam itu karena distraksi romance. Alangkah baiknya kalau The Fabulous mencontek Twenty-Five, Twenty One. Sukses berkarir tuh nggak harus punya pacar lho. Padahal, kukira drama-drama Korea tahun ini sudah menuju ke arah itu. Ternyata aku salah.

Lee Sang-un Lee Si-woo The Fabulous Netflix
Joseph dan Esther saat di balik layar sebuah fashion show

Ngomongin karakter, mari kita bahas desainer Joseph dulu. Dia adalah putra semata wayang dari keluarga kaya raya. Dia punya butik sendiri dan berjuang mengalahkan luxury brands yang sudah ada. Merengek-rengek tiap usahanya gagal.

Aku malah mengapresiasi Esther (Lee Si-woo), asisten pribadinya. She’s mature, tangguh, pintar, tahu cara menempatkan diri. Joseph dan ibunya pernah nyeletuk sih betapa berharganya Esther. Seandainya aja karakter Joseph ini dibuat meniti karir dari nol, pasti lebih menginspirasi dan menggugah hati.

Chae Soo-bin sebagai Ji-eun yang digambarkan punya good taste in fashion

Tapi yang paling bikin gemas adalah Ji-eun. Dia ini anak agensi lho. Hal pertama yang membuatku tertarik nonton The Fabulous karena kisah anak agensi ini. Aku berharap bisa menyelami lebih dalam dari Emily in Paris. Lha kok ini malah lebih parah. Sisi kreatifnya kurang terlihat.

Again, lagi-lagi karena Ji-eun dibuat sibuk sama kisah cintanya. Bisa-bisanya muncul karakter Shim Do-young (Kim Min-kyu), waiter yang tiba-tiba ngebet banget sama Ji-eun. Keberadaannya sungguh sangat ajaib saking nggak pentingnya.

Ji-eun memang terlihat super sibuk dan struggling. Mulai dari mencari klien baru, mengurusi KOL, sampai detail pemotretan yang selaluuu aja bermasalah. Tapi mana pitching ide out-of-the-box-nya??? Kalau Emily yang kayak gitu aja sudah banyak dihujat, apalagi Ji-eun :””)

Sebenarnya, hal serupa juga terjadi pada karakter Fotografer Woo-min dan Model Seon-ho. Mereka semua kurang dibahas secara detail. Apalagi, mereka berempat ini bersahabat. Sehingga kisah cinta Ji-eun dan Woo-min mempengaruhi Josep dan Seon-ho. Makanya, sedari awal mending nggak usah terlalu banyak bahas romance-nya. Stick to career kan enak. Behind The Stars did a better job for sure.

Aku baru ngeh apa fokus drama Korea The Fabulous setelah mendengar narasi penutup di episode terakhir. Bagus dan dalam banget lho. Sayang sekali kalau tujuan dari narasi tersebut nggak bisa sampai ke penonton. Kalau ditanya tentang drama Korea yang membahas industri spesifik, aku malah lebih suka Today’s Webtoon. Meski meh, tapi pembahasan industrinya lebih oke daripada The Fabulous.

The Fabulous (Netflix)

Sutradara: Kim Jung-hyun | Penulis: Kim Ji-hee, Im Jin-sun

Originality
Plot
Characters
Music Score
Entertainment Value

Nggak lebih baik dari Emily in Paris

Padahal industri dan karakternya udah cukup, tapi sayang pembahasannya kurang dalam. Penonton jadi bingung, ini mau menginspirasi karir atau cinta-cintaan sih?

2